Bisnis mahasiswa
LUKISAN DAN UKIRAN WAJAH KAYU
Dosen Penanggungjawab :
Disusun oleh:
Latipah Hanum Lbs
161201036
MNH 6
PROGRAM STUDI MANAGEMENT HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Indonesia sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa mempunyai hutan hujan tropis yang selalu lembab sepanjang tahun. Keanekaragaman hayati yang berada di dalam hutan hujan tropis sangatlah tinggi. Hal ini menjadi potensi sumber daya alam tersendiri bagi Indonesia. Potensi sumber daya hutan dapat berupa kayu dan non kayu. Setidaknya ada 4000 jenis pohon terdapat di Indonesia, 400 jenis diantaranya mempunyai potensi sebagai kayu perdagangan. Potensi hutan berupa kayu ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, bahan baku kertas, bahan baku industri meubel dan lain sebagainya.
Pada dasarnya terdapat dua jenis kayu, yaitu kayu keras (hardwood) dan kayu lunak (softwood). Kayu lunak adalah kayu yang berasal dari jenis pohon yang bijinya tidak memilki atau ditutupi oleh daging buah, seperti pohon pinus. Sebaliknya, kayu keras berasal dari pohon yang bijinya terdapat di dalam badan buah, seperti pohon maple. Dari segi karakteristik, kayu lunak mempunyai kepadatan dan struktur renggang, hingga gampang untuk dihancurkan dan sering digunakan untuk membuat kertas, dan kayu keras sering digunakan untuk pembuatan furnitur karena kepadatan dan struktur yang lebih rapat, hingga lebih keras.
Perbisnisan dalam bidang furnitur serta kertas sudah banyak di indonesia ini, bahkan untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi banyak furnitur – furnitur yang di impor dari luar negeri. Maka bisnis dalam bidang kreatifitas tangan yang tidak memerlukan alat – alat serta bahan yang sulit sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberi peluang bisnis pada orang banyak.
1.2. Tujuan
Mengetahui cara pembuatan lukisan dan ukiran wajah dari kayu, dan memberikan peluang bisnis serta memberikan inovasi baru dalam pengolaan kayu dan limbah kayu dengan sentuhan seni.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengerjaan lukisan dan ukiran wajah dari kayu
Inovasi yang dilakukan adalah lukisan dan ukiran wajah yang menggunakan berbahan dasar kayu atau triplek jenis yang sering digunakan adalah jenis kayu belanda. Bahan di peroleh dari penjual kayu dan limbah – limbah kayu. Untuk pengerjaan Cara membuat seni ukiran wajah ini pertama dimulai dari mencetak wajah yang akan diukir di kertas. Lalu kertas tersebut ditempelkan dikayu bekas peti kemas (jati Belanda) atau triplek. Selanjutnya masuk pada tahap pengukiran dengan menggunakan pisau seukuran 3 cm pada proses ini paling menentukan. Pencetakan wajah menggunakan teknik komputer setelah gambar berhasil dibuat maka di print di atas kertas.
Masih menggunakan berbahan dasar kayu ataau triplek lukisan yang dibuat diatas kayu yang sudah di desain mempunyai permukaa yang rata agar mempermudah dalam melukin. Cara membuat seni lukisan wajah pertama dimulai dengan mementukan objek yang akan di lukis serta menggunakan cat dan kuas yang bagus agar hasil tidak akan luntur dan mudah dalam melukis. Lukisan wajah atau objek yang diinginkan yang telah jadi untuk menambah nilai guna maka ditambah inovasi bingkai yang indah. Untuk membuat satu karya ukiran wajah, dia membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga hari. Lamanya waktu itu juga bergantung pada tingkat kerumitan pola.
2.2. Pemasaran dengan online dan offline
Perkembangan dan penyebaran karya seni di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari keberadaan media massa. Selain penerbit konvepsional, media massa menjadi salah satu wadah para seniman untuk mengekspresikan dan menyebarkan karya. Sistem pemasaran online dapat dipandang sebagai sebuah sistem e-business karena sejalan dengan pemikiran IBM (1997) yang menyatakan bahwa e-business merupakan transformasi dari proses bisnis utama melalui penggunaan teknologi internet. E-business telah memperkenalkan peluang – peluang baru bagi organsasi kecil dan besar untuk bersaing di dalam pasar global. Telah banyak pengamat e-business yang mencatat bahwa satu dari perubahan terbesar yang diperkenalkan oleh komunikasi elektronik adalah pendekatan – pendekatan untuk mengirimkan dan merubah informasi yang dapat digunakan sebagai keunggulan kompertitif. Dengan penjualan dan pemesanan dari media sosial yang akan menyebar luas dan mempermudah konsumen dengan mempromotkan dengan instagram, akun bisnis dan media sosial lainnya.
Cara yang dilakukan konsumen untuk pemesanan melalui online maka pertama konsumen akan menghubungi admind, kemudian mengisi format pesanan yang berisi nama, alamat, tipe orderan, serta mengirim gambar yang akan dibuat jadi lukisan atau ukiran. Untuk pemesanan barang dilakukan pembayaran panjar atau pembayrran diawal untuk menghindari oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan pemesanan dengan offline konsumen cukup datang kerumah kerajinan untuk memesan barraang yang diinginkan. Dengan pemasaran yang menggunakan media internet sudah banyak dari luar dan dalam kota yang memesan produk ukiran dan lukisan wajah dari kayu, yang biasanya digunakan sebagai kado untuk orang tersayang serta sebagai pajangan di rumah. Bandrol kisaran harga yaang ditawarkan untuk ukuran 20 x 20 cm dihargai Rp 80 ribu. Untuk ukuran 40 x 30 dihargai 100 ribu dan ukurang paling besar yakni 40 x 50 dijual dengan harga Rp 125 ribu. Maka dengan pembuatan menghabiskan waktu 2 – 3 hari jika perbulan mendapan pesanan 10 – 20 dengan ukuran yag bervariasi akan mendapatkan pemasukan sebanyak 6 juta perbulannya.
Lukisan wajah kayu
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir, Risalah dan Kumpulan Data tentang Perkembangan Seni Ukir Jepara. (Jepara: Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Jepara,1979).
https://www.researchgate.net/publication/280479634_Meningkatkan_pemasaran_mebel_kayu_secara_online_melalui_strategi_ebusiness_bagi_Asosiasi_Pengrajin_Kecil_Jepara_APKJ_Jawa_Tengah_Studi_Kasus_di_APKJ_dan_CIFOR




Komentar
Posting Komentar